LAMPUNG SELATAN, 2 November 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar rangkaian kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Unit serta puncak Anugerah Mutu 2025 dan 2026 dan Anugerah Invensi 2026 pada Senin (2/11/2026), di Kampus ITERA, Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus memberikan apresiasi kepada unit kerja, program studi, fakultas, tim auditor, dan inventor yang menunjukkan kinerja unggul serta kontribusi dalam menjaga budaya mutu dan pengembangan inovasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Tinjauan Manajemen Tingkat Unit pada pagi hari yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudhistira, S.T., Ph.D. Rapat tersebut membahas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan efektivitas sistem penjaminan mutu di lingkungan ITERA. Selanjutnya, pada siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan puncak Anugerah Mutu dan Anugerah Invensi yang diselenggarakan di Aula dan Pelataran Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Lantai 4.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ITERA mengintegrasikan proses evaluasi mutu, perumusan langkah perbaikan, serta pemberian apresiasi kepada sivitas akademika yang telah menunjukkan komitmen dalam peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi dan pengembangan inovasi.

Rapat Tinjauan Manajemen Tingkat Unit  Bahas Hasil Audit Mutu Internal

Rapat Tinjauan Manajemen yang berlangsung pada pagi hari menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal, khususnya berkaitan dengan hasil Audit Mutu Internal (AMI) siklus ke IX di lingkungan ITERA.

Rapat yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudhistira, S.T., Ph.D., tersebut diarahkan untuk meninjau pelaksanaan AMI siklus IX tahun 2026, mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan perbaikan, serta memperkuat tindak lanjut hasil evaluasi mutu di tingkat institusi.

Pelaksanaan RTM tingkat Unit  merupakan salah satu bagian penting dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Melalui forum ini, hasil audit diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan penyusunan langkah peningkatan mutu secara berkelanjutan. 

RTM juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar unit kerja dalam memastikan bahwa pelaksanaan sistem penjaminan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen dan standar, tetapi juga mampu mendorong perbaikan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Penyelenggaraan RTM tingkat Unit yang dilanjutkan dengan Anugerah Mutu pada hari yang sama menunjukkan keterkaitan antara proses evaluasi dan pemberian apresiasi. Hasil evaluasi menjadi bagian dari upaya peningkatan kinerja institusi, sementara penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap unit kerja dan tim auditor yang menunjukkan komitmen dalam menjalankan sistem penjaminan mutu.

Kepala LPMPP Tekankan Budaya Mutu sebagai Tanggung Jawab Bersama

Kepala LPMPP ITERA, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan di seluruh lingkungan institusi.

Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Anugerah Mutu merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen fakultas, program studi, unit kerja, serta tim auditor dalam melaksanakan sistem penjaminan mutu internal. Menurutnya, mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar dan kelengkapan administrasi, tetapi juga dengan upaya melakukan evaluasi serta perbaikan secara berkesinambungan.

“Anugerah Mutu bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa mutu merupakan tanggung jawab seluruh elemen institusi. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi setiap unit kerja untuk terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” ujar Ikah Ning.

Ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Audit Mutu Internal sebagai instrumen untuk memastikan efektivitas sistem penjaminan mutu. Melalui AMI dan Rapat Tinjauan Manajemen, setiap unit kerja diharapkan dapat memahami capaian, mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, serta menyusun langkah tindak lanjut yang terukur.

“Audit Mutu Internal bukan sekadar proses pemeriksaan, melainkan sarana untuk belajar dan memperbaiki diri. Melalui Rapat Tinjauan Manajemen, hasil evaluasi tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga peningkatan mutu benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di ITERA,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Mutu melibatkan 58 unit kerja, yang terdiri atas tiga fakultas, 42 program studi, serta 13 unit dan lembaga di lingkungan ITERA. Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi, kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kelengkapan bukti pelaksanaan AMI Siklus 8 Tahun 2025 dan Siklus 9 Tahun 2026.

Penghargaan diberikan melalui lima kategori, yakni Program Studi Terbaik, Program Studi Terdisiplin, Fakultas Termutu, Unit Terbaik, serta Tim Auditor Terbaik. Khusus kategori Tim Auditor Terbaik, penilaian mempertimbangkan kepatuhan dalam mengikuti rangkaian AMI, kualitas pelaksanaan audit, serta rekomendasi perbaikan yang diberikan kepada unit yang diaudit.

Rektor ITERA Dorong Penguatan Mutu dan Hilirisasi Inovasi

Sementara itu, Rektor ITERA, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menekankan bahwa peningkatan mutu institusi perlu berjalan beriringan dengan penguatan produktivitas penelitian dan inovasi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mutu dan inovasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Budaya mutu yang kuat menjadi fondasi bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, sementara inovasi merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat. Keduanya harus terus kita dorong agar ITERA semakin berkembang menjadi institusi yang unggul dan berdampak,” ujar Elfahmi.

Ia menyampaikan bahwa Anugerah Mutu dan Anugerah Invensi menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi sivitas akademika yang terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja serta menghasilkan karya inovatif.

Lebih lanjut, Rektor menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan hilirisasi hasil penelitian sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi perguruan tinggi. Hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diarahkan menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang memiliki nilai tambah dan potensi pemanfaatan secara luas.

“Kita ingin hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di ITERA tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri. Melalui Anugerah Invensi, kita memberikan apresiasi sekaligus mendorong para inventor untuk terus berkarya, melindungi kekayaan intelektualnya, dan mengembangkan inovasi yang memiliki potensi hilirisasi,” ungkapnya.

Rektor juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antar fakultas, program studi, unit kerja, dan inventor dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi institusi terhadap pembangunan wilayah Sumatera dan Indonesia.

Anugerah Invensi 2026 Libatkan 24 Inventor, 11 Program Studi, dan Tiga Fakultas

Selain penghargaan di bidang penjaminan mutu, kegiatan ini juga menghadirkan Anugerah Invensi 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada inventor, program studi, dan fakultas yang berkontribusi dalam menghasilkan inovasi, meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian.

Anugerah Invensi tahun ini melibatkan 24 inventor, 11 program studi, dan tiga fakultas yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan dan penilaian.

Terdapat tiga kategori utama penghargaan, yakni Inventor Terinovatif, Program Studi Terinovatif, dan Fakultas Terinovatif. Masing-masing kategori dirancang untuk memberikan apresiasi terhadap kontribusi inovasi dari tingkat individu hingga unit akademik.

Kategori Inventor Terinovatif dinilai berdasarkan capaian dan kualitas invensi, bukti produk, dampak inovasi, potensi hilirisasi, serta kualitas video presentasi invensi. Penilaian tersebut diharapkan dapat mendorong inventor untuk tidak hanya menghasilkan karya yang memiliki unsur kebaruan, tetapi juga mempertimbangkan potensi penerapan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Sementara itu, kategori Program Studi Terinovatif mempertimbangkan jumlah dan status kekayaan intelektual, bukti produk, dampak dan manfaat inovasi, potensi komersialisasi, hilirisasi, serta kualitas video. Melalui kategori ini, program studi didorong untuk membangun lingkungan akademik yang produktif dalam menghasilkan dan mengembangkan karya inovatif.

Berbeda dengan kedua kategori tersebut, penghargaan Fakultas Terinovatif ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting dalam rangkaian pameran inovasi. Mekanisme ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berpartisipasi secara langsung dalam memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan oleh masing-masing fakultas.

Perkuat Komitmen ITERA sebagai Kampus Bermutu dan Inovatif

Penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen, Anugerah Mutu, dan Anugerah Invensi dalam satu rangkaian kegiatan mencerminkan komitmen ITERA dalam mengintegrasikan proses evaluasi, peningkatan kualitas tata kelola institusi, serta penguatan ekosistem penelitian dan inovasi.

Melalui RTM, institusi melakukan evaluasi dan merumuskan langkah tindak lanjut terhadap hasil Audit Mutu Internal. Sementara itu, Anugerah Mutu menjadi bentuk apresiasi terhadap unit kerja yang menunjukkan konsistensi dalam penerapan sistem penjaminan mutu, dan Anugerah Invensi memberikan penghargaan atas kontribusi sivitas akademika dalam menghasilkan serta mengembangkan karya inovatif.

Ketiga kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya evaluasi, perbaikan berkelanjutan, dan inovasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, ITERA berharap seluruh unit kerja, program studi, fakultas, auditor, dan inventor semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi diterapkan secara nyata.

Puncak Anugerah Mutu dan Anugerah Invensi 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan ITERA sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermutu, inovatif, dan berkontribusi bagi pembangunan Sumatera serta Indonesia.

Kategori: LPMPP

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *