ITERA Siapkan Implementasi Kurikulum Global melalui Kolaborasi dengan Nanyang Technological University, Singapore

Bandar Lampung, 3 Juni 2026 – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mulai mempersiapkan pengembangan kurikulum berstandar global sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura yang dilaksanakan pada 28–29 Mei 2026.

Kunjungan dilakukan oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA, Dr. Ir. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T. ke sejumlah unit strategis di NTU, yaitu Interdisciplinary Collaborative Core (ICC), Asian School of the Environment (ASE), dan Earth Observatory of Singapore (EOS). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum internasional, inovasi pembelajaran, serta strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan global dan perkembangan teknologi masa depan.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua institusi mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran global, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan kapasitas akademik dan tata kelola pendidikan.

Gambar 1. Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA bersama Co-Director ICC Office NTU

Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan bahwa transformasi kurikulum menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan lulusan ITERA memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat akibat perkembangan teknologi, transformasi digital, serta berbagai tantangan global lainnya. Karena itu, ITERA harus terus beradaptasi dan mengembangkan kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan nasional, tetapi juga selaras dengan standar internasional. Penjajakan kerja sama dengan NTU ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas jejaring global ITERA,” ujar Prof. Nyoman. Menurutnya, pengalaman NTU sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia dapat menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kurikulum dan sistem pembelajaran di ITERA.

Gambar 2. Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA bersama Co-Director dan staff  ICC Office NTU

Sementara itu, Rektor baru ITERA, Prof. Dr. Elfahmi, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pengembangan kurikulum global sejalan dengan visi, misi, dan program strategis kepemimpinannya.

“Peningkatan kualitas akademik dan internasionalisasi merupakan bagian penting dari visi dan misi yang kami usung untuk membawa ITERA menjadi perguruan tinggi teknologi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi bereputasi internasional seperti NTU sangat relevan dengan program strategis kami dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja masa depan,” kata Prof. Elfahmi.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kurikulum global tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperluas peluang mahasiswa untuk terlibat dalam kolaborasi internasional, riset bersama, serta mobilitas akademik lintas negara.

Melalui penjajakan kerja sama ini, ITERA berharap dapat mempercepat proses transformasi pendidikan yang berorientasi global, memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun global.

Pusat Kurikulum ITERA Jajaki Skema Fast Track Multicampus ke ITB:  “S1 ITERA dan S2 ITB selama 5 tahun”

Bandung, Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat integrasi pendidikan tinggi dan menyiapkan program percepatan studi, Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan kunjungan strategis ke Direktorat Pengembangan Pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada pertengahan Juli 2025.

Delegasi ITERA dipimpin langsung oleh Dr. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T., selaku Kepala PKPP ITERA, bersama tim yang terdiri dari Fuji Lestari, M.Si. (Koordinator Divisi Pengembangan Pembelajaran), Alfiah Rizky Diana Putri, S.T., M.Eng. (Sekretaris Divisi), serta tenaga kependidikan PKPP.

Rombongan ITERA disambut hangat oleh jajaran pimpinan Direktorat Pengembangan Pendidikan ITB, yaitu Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc. (Direktur), Dr. Abdul Muizz Tri Pradlpto, S.Si., M.Si., Allya Paramita Koesoema, S.T., M.T., Ph.D., dan Fauzan Alfi Agirachman, S.T., M.T., Ph.D. yang masing-masing memimpin subdirektorat di bidang perencanaan dan kajian pendidikan, transformasi dan inovasi pendidikan, serta infrastruktur pendidikan.

Fokus pada Skema Fast Track Multicampus

Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pengembangan skema Fast Track Multicampus, sebuah program yang memungkinkan mahasiswa ITERA menempuh pendidikan S1 di ITERA dan langsung melanjutkan S2 di ITB dalam waktu total 5 tahun.

Dari diskusi tersebut, diperoleh beberapa poin penting:

  • Perlu dilakukan pencocokan antara program studi (prodi) di ITERA dan ITB, khususnya dari sisi akreditasi.
  • ITERA perlu menyusun dan mengajukan proposal kerjasama formal.
  • Sinkronisasi kurikulum menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini.

Setelah dilakukan analisis awal, ada beberapa program studi di ITERA dinyatakan memenuhi syarat (eligible) untuk mengikuti skema ini. Identitas prodi tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak kampus setelah seluruh dokumen pendukung dan kajian teknis diselesaikan.

Benchmark ke UPI, ITERA Siapkan Enam Skema Tugas Akhir Baru Mulai Semester Ganjil 2025/2026

Bandung, Juli 2025 — Dalam rangka pengembangan sistem pembelajaran dan pelaksanaan tugas akhir mahasiswa, Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Delegasi ITERA dipimpin oleh Dr. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T., Kepala PKPP ITERA, didampingi oleh Fuji Lestari, M.Si. (Koordinator Divisi Pengembangan Pembelajaran), Alfiah Rizky Diana Putri, S.T., M.Eng. (Sekretaris Divisi), serta tenaga kependidikan PKPP. Kedatangan rombongan ITERA disambut langsung oleh jajaran pimpinan Direktorat Pendidikan UPI, yakni Prof. Dr. rer. nat. H. Asep Supriatna, M.Si. (Direktur), Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si. (Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum dan Program Pendidikan), Dr. Saripudin, S.Pd., M.T. (Kepala Divisi Pengembangan Sistem Informasi), dan Yedi Rudiawan, S.Sos. (Kepala Divisi Layanan Pendidikan).

UPI Tawarkan 10 Skema Tugas Akhir

Dalam diskusi yang berlangsung, pihak UPI memaparkan bahwa mereka telah mengembangkan 10 bentuk tugas akhir untuk jenjang sarjana (S1), antara lain:

  1. Skripsi
  2. Artikel Ilmiah
  3. Prototype Menengah Produk Industri
  4. Proyek Seni Monumental Dasar
  5. Proyek Seni Desain
  6. Proyek Teknologi Tepat Guna
  7. Proyek Teknologi Kependidikan
  8. Proyek Produk Bisnis
  9. Proyek Produk Kreatif Sarjana
  10. Portofolio Pencapaian Prestasi

Dari sepuluh bentuk tersebut, tiga skema telah direalisasikan secara aktif di lingkungan UPI, yaitu skripsi, artikel ilmiah (dipublikasikan di jurnal terindeks SINTA), dan portofolio pencapaian prestasi, terutama di bidang olahraga. Tantangan utama yang dihadapi UPI adalah perbedaan budaya akademik antar program studi dalam menerapkan berbagai bentuk tugas akhir tersebut. Meski begitu, Direktorat Pendidikan UPI terus mendorong pelaksanaan menyeluruh dari semua skema yang telah dirancang.

ITERA Siapkan 6 Bentuk Tugas Akhir Mulai Tahun Akademik Baru

Sebagai tindak lanjut hasil benchmarking, ITERA menyatakan akan mulai menerapkan enam bentuk tugas akhir sesuai dengan Peraturan Rektor ITERA No. 2 Tahun 2025, yakni:

  1. Laporan Tugas Akhir
  2. Laporan Proyek
  3. Artikel yang diterima di jurnal nasional terakreditasi
  4. Purwarupa atau karya yang telah didaftarkan sebagai HKI atau dipatenkan
  5. Produk Teknologi Tepat Guna
  6. Buku yang memiliki ISBN

Skema tugas akhir ini dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok, menyesuaikan dengan karakteristik program studi dan topik yang dikembangkan. Rencananya, keenam bentuk tugas akhir ini akan mulai direalisasikan pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.

Kunjungan ini menjadi langkah penting ITERA dalam mengadopsi sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan mendorong kreativitas mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka.

Itera Resmi Luncurkan Kurikulum Baru Berbasis AI dan Standar Global

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi meluncurkan kurikulum baru tahun 2025–2030 yang mengakomodasi kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta berstandar internasional. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, melalui penandatanganan Buku Kurikulum Itera pada Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera.

Kurikulum baru ini disusun secara independen oleh Itera dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), mengadopsi elemen kurikulum dari sejumlah institusi ternama dunia, termasuk Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Dengan menggabungkan semangat lokal Itera for Sumatera dan visi global, kurikulum ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing secara internasional.

Kegiatan peluncuran dihadiri oleh jajaran pimpinan Itera, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Itera Dr. Handoyo, S.Si., M.T., serta Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran Itera Dr. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T.

Kurikulum baru ini disusun secara independen oleh Itera dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), mengadopsi elemen kurikulum dari sejumlah institusi ternama dunia, termasuk Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Turut hadir pula narasumber nasional seperti Direktur Pengembangan Pendidikan ITB Prof. Dr. Delik Haudalah, S.T., M.T., M.Sc., dan Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dewi Wulandari, S.Si.

Proses Panjang dan Kolaboratif

Dalam laporannya, Dr. Nono Agus Santoso menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum baru telah dimulai sejak Maret 2024 hingga Mei 2025. Proses tersebut meliputi sosialisasi linimasa pemutakhiran, monitoring kurikulum tahap awal, hingga pengumpulan buku kurikulum dari seluruh program studi di lingkungan Itera. Nono juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk merealisasikan visi global dari kurikulum baru Itera.

Dalam sambutannya, Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam penyusunan kurikulum. Ia menekankan bahwa peluncuran ini merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan Itera sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis tridarma. “Semoga karya kurikulum ini memberikan dampak nyata dalam mencetak mahasiswa berkualitas tinggi,” ujar Rektor.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk kontribusi nyata di tengah masyarakat dan pentingnya membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan (skill), tetapi juga sikap dan karakter (attitude) yang baik.

Apresiasi dari Nasional

Prof. Dr. Delik Haudalah dari ITB memberikan apresiasi atas langkah Itera membangun kurikulum mandiri dalam satu dekade terakhir. Ia menyebutkan, Itera memiliki keunggulan dalam hal sejarah karena masih memiliki ruang luas untuk berinovasi dan mencatatkan tonggak baru. “Itera bekerja di atas kertas putih yang masih luas. Ini adalah peluang besar untuk menorehkan sejarah pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewi Wulandari dari Kemendikbudristek menyampaikan pentingnya transformasi pendidikan tinggi melalui pendekatan multidisiplin. Ia memaparkan arah kebijakan baru yang menekankan dampak nyata pendidikan melalui riset dan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan ekologis. “Kurikulum harus berdampak, tidak hanya dalam luaran akademik, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan melalui hilirisasi riset dan kemitraan,” ujarnya.

Peluncuran kurikulum baru ini menandai komitmen Itera dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpijak pada kekuatan lokal untuk berkiprah di panggung global.

Penulis: Muhammad Ilham (Teknik Industri)

Peresmian Kurikulum Baru ITERA 2025 “Berdampak, Menjawab Tantangan Global”

Peresmian Kurikulum Baru ITERA pada tanggal 18 Juni 2025, membawa babak baru dunia pendidikan ITERA. Rektor ITERA Prof. Dr I Nyoman Pugeg Aryantha melalui Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA meresmikan Kurikulum Program Studi terbaru Tahun 2025-2030 di Aula GKU2 yang dihadiri oleh pimpinan ITERA dari tingkat universitas sampai prodi dan dua narasumber yaitu Prof. Dr Delik Hudalah selaku Direktur Pengembangan Pendidikan ITB dan Dewi Wulandari, S.Si selaku Ketua Tim Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek.

Kurikulum baru ini adalah sebuah bentuk komitmen ITERA dalam memajukan dunia pendidikan dengan kompetensi, artificial intelegence, fleksibiltas, lintas bidang dan prioritas pembangunan nasional. Selain itu, ITERA juga mengadopsi Kurikulum Nanyang Technological University (NTU), Singapore.

Perjalanan Kurikulum ITERA

”Dimulai tahun 2012 di ITB Jatinangor dengan mengadopsi Kurikulum ITB. Selanjutnya tahun 2019, kurikulum ITERA berubah menjadi Kurikulum ITERA for Sumatera. Pada tahun 2020, Kurikulum ITERA berubah menjadi ITERA for Sumatera dengan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada tahun 2025, Kurikulum 2020 dimutakhirkan dengan penambahan Outcome based Education (OBE), Artifical Intelengence (AI), Adopsi Kurikulum NTU Singapore”.

Harapan dengan diresmikan Kurikulum Baru ITERA adalah ITERA bisa menjawab tantangan global seperti perkembangan digital Society 5.0, kolaborasi dengan Universitas kelas Dunia, dan berkontribusi kepada pemerintah Indonesia melalui optimalisasi Potensi Sumatera dari Sumatera untuk Indonesia menuju Dunia. Terima kasih Dr. Nono Agus Santoso, S.Si, M.T. (Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran) bersama tim, Dr. Handoyo, S.Si., M.T. (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran), koordinator kurikulum fakultas, koordinator program studi dan koordinator kurikulum program studi bersama tim atas kerja keras dan kerjasamanya sehingga peluncuran kurikulum baru terealisasi.

(Buku Kurikulum Baru 42 Prodi di ITERA)