ITERA Siapkan Implementasi Kurikulum Global melalui Kolaborasi dengan Nanyang Technological University, Singapore

Bandar Lampung, 3 Juni 2026 – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mulai mempersiapkan pengembangan kurikulum berstandar global sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura yang dilaksanakan pada 28–29 Mei 2026.

Kunjungan dilakukan oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA, Dr. Ir. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T. ke sejumlah unit strategis di NTU, yaitu Interdisciplinary Collaborative Core (ICC), Asian School of the Environment (ASE), dan Earth Observatory of Singapore (EOS). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum internasional, inovasi pembelajaran, serta strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan global dan perkembangan teknologi masa depan.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua institusi mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran global, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan kapasitas akademik dan tata kelola pendidikan.

Gambar 1. Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA bersama Co-Director ICC Office NTU

Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan bahwa transformasi kurikulum menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan lulusan ITERA memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat akibat perkembangan teknologi, transformasi digital, serta berbagai tantangan global lainnya. Karena itu, ITERA harus terus beradaptasi dan mengembangkan kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan nasional, tetapi juga selaras dengan standar internasional. Penjajakan kerja sama dengan NTU ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas jejaring global ITERA,” ujar Prof. Nyoman. Menurutnya, pengalaman NTU sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia dapat menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kurikulum dan sistem pembelajaran di ITERA.

Gambar 2. Kepala Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran ITERA bersama Co-Director dan staff  ICC Office NTU

Sementara itu, Rektor baru ITERA, Prof. Dr. Elfahmi, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pengembangan kurikulum global sejalan dengan visi, misi, dan program strategis kepemimpinannya.

“Peningkatan kualitas akademik dan internasionalisasi merupakan bagian penting dari visi dan misi yang kami usung untuk membawa ITERA menjadi perguruan tinggi teknologi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi bereputasi internasional seperti NTU sangat relevan dengan program strategis kami dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja masa depan,” kata Prof. Elfahmi.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kurikulum global tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperluas peluang mahasiswa untuk terlibat dalam kolaborasi internasional, riset bersama, serta mobilitas akademik lintas negara.

Melalui penjajakan kerja sama ini, ITERA berharap dapat mempercepat proses transformasi pendidikan yang berorientasi global, memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun global.

Konsisten Tingkatkan Mutu, Itera Gelar Pelatihan dan Penyegaran SPMI dan AMI

LPMPP NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menggelar Pelatihan dan Penyegaran Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) serta Sosialisasi Instrumen dan Teknis Pelaporan Tahun 2026 di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut ditujukan bagi auditor dan auditee di lingkungan Itera sebagai bagian dari pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Siklus IX Tahun 2026.

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Itera, Dr. Handoyo, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya penguatan implementasi budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pelatihan dan penyegaran tersebut, peserta diharapkan dapat memahami mekanisme pelaksanaan SPMI dan AMI secara lebih komprehensif, termasuk terkait instrumen dan teknis pelaporan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa implementasi SPMI menjadi momentum penting bagi Itera dalam memperkuat budaya mutu institusi.

“Setelah beberapa tahun membangun fondasi institusi, Itera kini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung daya saing perguruan tinggi,” ujar Ir. Arif Rohman.

Setelah beberapa tahun membangun fondasi institusi, Itera kini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung daya saing perguruan tinggi

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori Dr. Werry Febrianti, S.Pd., M.Si., dan disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., CIRR., CR. Materi membahas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai upaya peningkatan kapasitas mutu perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa SPMI merupakan rangkaian proses yang dilakukan secara sistematis untuk menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Implementasi SPMI dilakukan melalui siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu pendidikan tinggi.

Selain itu, materi juga menyoroti pentingnya penguatan budaya mutu melalui evaluasi berkala, audit mutu internal, penerapan standar pendidikan tinggi yang terukur, hingga integrasi sistem digital dalam pelaksanaan SPMI dan AMI. Melalui kegiatan ini, Itera berharap seluruh unit kerja semakin memahami implementasi SPMI dan AMI serta mampu memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan menuju perguruan tinggi unggul.

Tim Liputan
Penulis :
 Muhammad Fauzi Zuhdy (PWK)
Fotografer : Dzaky Ardi Nugroho

Itera Dorong Hilirisasi Riset melalui Penguatan Strategi Paten dan Merek

LPMPP NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat upaya hilirisasi riset melalui pelatihan strategi paten dan merek yang digelar Pusat Kelola Karya Intelektual Itera di Aula GKU 2, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini mendorong hasil riset dan inovasi sivitas akademika tidak berhenti pada publikasi atau sertifikat kekayaan intelektual, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan siap bermitra dengan industri.

Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan bahwa paten menjadi bagian penting dalam transformasi hasil riset perguruan tinggi agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap setiap program studi di Itera memiliki setidaknya satu paten sebagai bentuk kontribusi inovasi.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyebut Itera menempati peringkat keempat pendaftar paten terbanyak nasional pada 2025. Capaian tersebut dinilai menunjukkan perkembangan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.

Pelatihan menghadirkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Ranie Utami Ronie, S.E., M.E., Kepala Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, serta Rifan Fikri, S.T., M.H., Kepala Subdirektorat Permohonan dan Layanan Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang.

Rektor menyampaikan bahwa paten menjadi bagian penting dalam transformasi hasil riset perguruan tinggi agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap setiap program studi di Itera memiliki setidaknya satu paten sebagai bentuk kontribusi inovasi.

Dalam paparannya, Ranie Utami menjelaskan merek tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga aset strategis untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing usaha. Menurutnya, lisensi merek dapat menjadi instrumen komersialisasi yang membuka peluang perluasan pasar dan pendapatan melalui royalti.

Sementara itu, Rifan Fikri menekankan pentingnya perubahan paradigma perguruan tinggi menuju entrepreneurial university, yakni kampus yang mampu mendorong hasil riset menjadi inovasi bernilai ekonomi. Ia juga menyoroti tantangan “valley of death”, yakni kesenjangan antara hasil riset laboratorium dan kebutuhan industri.

Menurut Rifan, pengembangan paten perlu diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar dan didukung kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta industri melalui model triple helix.

Melalui pelatihan ini, Itera mendorong sivitas akademika lebih proaktif melindungi dan mengelola kekayaan intelektual sebagai aset strategis untuk memperkuat daya saing inovasi dan memperluas peluang kerja sama industri. (Rilis/Humas)

Cetak Rekor Baru, Itera Peringkat 4 Nasional Pendaftar Paten Terbanyak

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mencatatkan capaian signifikan di bidang inovasi dengan menembus peringkat empat nasional dalam jumlah pendaftaran paten dan paten sederhana terbanyak di Indonesia. Hingga Desember 2025, Itera mengajukan 122 permohonan paten, terdiri atas 17 paten dan 105 paten sederhana.

Capaian tersebut menempatkan Itera di jajaran institusi dengan kontribusi kekayaan intelektual terbesar secara nasional. Di atas Itera, terdapat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan 986 usulan, disusul Universitas Brawijaya dengan 129 usulan, serta Universitas Sumatera Utara hanya terpaut satu angka dengan Itera, yaitu 123 usulan.

Kepala Pusat Kelola Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera, apt. Tantri Liris Nareswari, S.Farm., M.S.Farm., mengatakan, data tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melalui Subdirektorat Permohonan dan Layanan Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang.

Menurut Tantri, capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada tahun sebelumnya, Itera masih berada di 10 besar nasional dengan total 114 permohonan, terdiri atas 22 paten dan 92 paten sederhana. “Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya ekosistem inovasi di Itera, terutama dalam mendorong dosen dan mahasiswa untuk melindungi hasil risetnya melalui skema kekayaan intelektual,” ujarnya.

“Masuknya Itera ke empat besar nasional merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dilindungi dan diarahkan untuk memberi dampak nyata”

Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengapresiasi kontribusi para inventor dari kalangan dosen dan mahasiswa. Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator tumbuhnya budaya riset terapan di lingkungan kampus teknologi tersebut. “Masuknya Itera ke empat besar nasional merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dilindungi dan diarahkan untuk memberi dampak nyata,” kata Nyoman.

Ia menambahkan, penguatan budaya inovasi menjadi bagian dari strategi Itera dalam mempercepat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang sains dan teknologi. Keberhasilan ini juga didukung oleh peran tim PKKI Itera yang mendampingi proses pendaftaran paten, di antaranya Selvi Misnia Irawati, M.T., Yunita Fahni, M.T., M. Gilang Indra Mardika, M.T., apt. Naura Nurnahari, M.S.Farm., serta Azry Ayu Nabillah, M.Pd.

Ke depan, Itera menargetkan tidak hanya peningkatan jumlah, tetapi juga kualitas invensi melalui penguatan riset unggulan, kolaborasi dengan industri, serta percepatan hilirisasi hasil penelitian. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan inovasi secara lebih luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Dengan capaian ini, Itera menegaskan posisinya sebagai kampus teknologi di Sumatera yang aktif mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, sekaligus berkontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. (Humas)

Itera Lantik Anggota Muda PIK-R Sejahtera, Perkuat Kapasitas Pendidik Sebaya

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) melantik Badan Pengurus Harian (BPH) PIK-R Sejahtera dan 127 anggota muda, Sabtu, 28 Februari 2026, di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera. Pelantikan dilakukan Kepala PPSDM Itera, Suryaneta, S.T., M.Sc., Ph.D.

Suryaneta mengatakan, pendidik sebaya yang tergabung dalam UKM PIK-R Sejahtera diharapkan menjadi teladan bagi mahasiswa sekaligus duta informasi terkait pengelolaan diri remaja. Mereka berperan menyampaikan edukasi secara komunikatif dan dekat dengan dinamika mahasiswa.

Selain itu, Anggota muda juga mengemban peran sebagai fasilitator edukasi bagi rekan sejawat, khususnya dalam isu kesehatan reproduksi dan kesehatan mental, sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan kampus dan dinamika mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, PPSDM juga memperkenalkan program Pendampingan Psikologis Mahasiswa Tugas Akhir bertajuk “Ngopi TA”. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa tingkat akhir menyelesaikan skripsi melalui konsultasi santai bersama dosen konselor senior. “Program ini mengintegrasikan pendekatan informal namun efektif untuk menjawab tantangan akademik mahasiswa dengan cara yang lebih komunikatif dan minim tekanan,” ujar Suryaneta.

Anggota muda juga mengemban peran sebagai fasilitator edukasi bagi rekan sejawat, khususnya dalam isu kesehatan reproduksi dan kesehatan mental, sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan kampus dan dinamika mahasiswa.

Selain pelantikan, kegiatan dirangkaikan dengan peningkatan kapasitas pendidik sebaya bertema “Gen Z on Track – Self Growth & Spiritual Glow Up”. Eliza Dianasari, S.Psi., memaparkan peran PPSDM yang bertumpu pada tiga pilar layanan mahasiswa, yakni Layanan Dosen Konselor untuk pendampingan akademik, Layanan Mental Health Care untuk dukungan psikologis, serta Layanan Pendidik Sebaya sebagai wadah pemberdayaan mahasiswa.

Sesi peningkatan kapasitas turut menghadirkan Fadilla Aulia Putri, Juara 2 Duta Genre Nasional, yang menjelaskan peran Pendidik Sebaya sebagai individu terlatih yang berkomitmen menjadi narasumber sekaligus teman diskusi bagi mahasiswa.

Pelantikan BPH PIK-R Sejahtera ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyematan simbol kepengurusan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh dosen Itera, Prio Santoso, S.Si., M.Si., serta ditutup dengan buka puasa bersama keluarga besar PIK-R Sejahtera. (Rilis/Humas)

Kemenkum Lampung Gandeng Pusat Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera Perkuat Perlindungan Inovasi Melalui Sosialisasi Paten 2026

LPMPP NEWS – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan tema“Strategi Perlindungan Inovasi Hak Paten dalam Peningkatan Edukasi Kekayaan Intelektual”. Acara yang berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, di Hotel Horison Lampung ini menjadi momentum krusial bagi para akademisi dan inovator untuk memperdalam pemahaman mengenai prosedur perlindungan hukum atas karya intelektual mereka guna meningkatkan daya saing inovasi daerah.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Pusat Kekayaan Intelektual (PKKI), Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Itera, apt. Tantri Liris Nareswari, S.Farm., M.S.Farm., memberikan paparan komprehensif mengenai “Peran Perguruan Tinggi Terhadap Kekayaan Intelektual Paten” bersama 2 pemateri lainnya, yaitu Ibu Dian Hayati S.T., M.T. dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom. dari Universitas Teknokrat Indonesia.  Delegasi dari PKKI yakni apt. Naura Nurnahari, M.S.Farm. dan Mentari Pratami, S.Si., M.Si. memperkuat komitmen Itera dalam memberikan pendampingan teknis bagi para peneliti agar setiap invensi yang dihasilkan memenuhi kriteria patentabilitas dan memiliki potensi komersialisasi yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, apt. Tantri Liris Nareswari, M.S.Farm. menekankan bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti pada capaian publikasi semata. Menurutnya, kampus juga harus menjadi motor penciptaan teknologi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, paten dipandang sebagai instrumen penting untuk melindungi invensi, memberikan pengakuan atas karya, sekaligus menjaga keberlanjutan inovasi agar dapat berkembang dan bernilai guna.

Selain sesi edukasi, perhelatan ini juga menjadi panggung apresiasi bagi insan akademis yang produktif dalam berkarya. Kemenkum Lampung memberikan penghargaan khusus kepada dosen Prodi Tata Kelola Air Institut teknologi Sumatera, Ferial Asferizal, S.T., M.T., atas capaiannya dalam perolehan Sertifikat Paten Sederhana dengan invensi yang berjudul “CURRENT METER MANUAL DENGAN MEKANISME PUTARAN TALI”, yang memanfaatkan bahan lokal seperti selongsong bambu dan mekanisme mekanik, yang tidak bergantung pada listrik atau baterai. Invensi ini dapat digunakan di lokasi terpencil maupun kondisi darurat tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain mudah dioperasikan oleh masyarakat atau petugas lapangan, current meter ini juga lebih mudah dibuat, dirawat, dan diperbaiki. Selain itu, alat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan praktis, seperti pengelolaan irigasi pertanian, pemantauan saluran drainase dan sungai, survei awal pekerjaan teknik sipil, hingga kegiatan pemantauan lingkungan, karena memungkinkan pengukuran arus dan debit dilakukan secara cepat dan efisien dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat para peneliti di Provinsi Lampung untuk tidak hanya berhenti pada tahap publikasi ilmiah, tetapi juga berlanjut hingga tahap pendaftaran paten secara legal. Sinergi antara Kemenkumham dan lembaga pendidikan seperti PKKI ITERA dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan indeks inovasi daerah serta memastikan setiap ide cemerlang dari putra-putri bangsa mendapatkan pengakuan hukum yang layak dan terlindungi dari segala bentuk plagiarisme.

PUSAT HALAL ITERA TERIMA KUNJUNGAN BALAI PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL PROVINSI LAMPUNG, PERKUAT SINERGI PERCEPATAN SERTIFIKASI HALAL DAN PENGAWASAN JPH

LPMPP NEWS (Bandar Lampung, Kamis, 19 Februari 2026) — Pusat Halal Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menerima kunjungan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung di Gedung Training Center ITERA. Kunjungan ini menjadi agenda silaturahmi sekaligus perkenalan dengan jajaran balai yang baru, sejalan dengan penguatan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di tingkat daerah pascapelantikan pejabat UPT pada 31 Desember 2025.

Kepala Pusat Halal ITERA, Dr. Aditya Wahyu Nugraha, S.T.P., M.Si., menyambut baik kedatangan Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung Saluddin, S.H., M.Si. beserta tim. Dalam penyambutan tersebut, Dr. Aditya didampingi oleh Sekretaris LPMPP ITERA, Sahid, M.Sc., serta tim Pusat Halal ITERA. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan fokus pada penyelarasan langkah dan penguatan koordinasi agar layanan sertifikasi halal di Provinsi Lampung semakin efektif, responsif, dan berdampak bagi pelaku usaha.

Diskusi membahas penguatan layanan sertifikasi halal melalui skema reguler serta skema self declare bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK), termasuk penguatan peran Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dalam pendampingan UMK. Selain itu, pertemuan juga menyoroti kebutuhan koordinasi dan dukungan ekosistem terkait sertifikasi halal untuk sektor-sektor strategis di daerah, termasuk pembahasan isu teknis pada RPH.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Aditya menyampaikan sejumlah permasalahan yang pernah muncul di lapangan selama proses sertifikasi halal—mulai dari hambatan koordinasi, alur administrasi, hingga tantangan teknis—sebagai bahan evaluasi bersama untuk merumuskan perbaikan dan solusi ke depan.

“Forum ini penting untuk memetakan hambatan yang terjadi di lapangan dan menyusun langkah perbaikan yang lebih cepat serta terukur. Pusat Halal ITERA siap berkolaborasi dalam penguatan pendampingan dan peningkatan literasi halal bagi pelaku usaha,” ujar Dr. Aditya.

Pihak Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung menyampaikan keterbukaan terhadap masukan dan keluhan yang disampaikan. Catatan yang dihimpun dalam diskusi ini akan ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan layanan dan koordinasi lanjutan, termasuk untuk penyampaian kepada otoritas terkait apabila diperlukan.

PPSDM Itera Perkuat Peran Strategis Dosen Wali Dampingi Karier Mahasiswa

LPMPP NEWS – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Gebyar PPSDM Itera 2026 melalui seminar bertema Peran Strategis Dosen Wali dalam Pendampingan Karier Mahasiswa Itera, di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera, Selasa, 27 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat peran dosen wali, tidak hanya sebagai pembimbing akademik, tetapi juga sebagai pendamping pengembangan karier mahasiswa secara berkelanjutan. Seminar tersebut diikuti dosen dan tenaga kependidikan Itera dengan antusiasme tinggi.

Seminar menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang bimbingan dan psikologi karier, yakni Dr. Ciptati, M.S., M.Sc., konselor dan praktisi bimbingan konseling ITB periode 2020–2023, serta Setriani, M.Psi., Psikolog, anggota IPK Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Lampung. Keduanya menekankan pentingnya pendekatan perwalian yang adaptif, empatik, dan berorientasi pada kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja.

Dr. Ciptati menyampaikan bahwa dosen wali memiliki posisi strategis dalam membantu mahasiswa mengenali potensi diri, merancang arah karier, serta mengambil keputusan akademik yang selaras dengan tujuan jangka panjang.

Dalam paparannya, Dr. Ciptati menyampaikan bahwa dosen wali memiliki posisi strategis dalam membantu mahasiswa mengenali potensi diri, merancang arah karier, serta mengambil keputusan akademik yang selaras dengan tujuan jangka panjang. Sementara itu, Setriani menyoroti pentingnya keterampilan komunikasi, pemahaman aspek psikologis mahasiswa, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung simulasi proses konseling sebagai bekal bagi dosen wali dalam menjalankan perannya di lingkungan akademik.

Melalui Gebyar PPSDM Itera 2026, PPSDM berharap dosen wali dapat mengimplementasikan praktik perwalian yang lebih komprehensif dan berdampak nyata terhadap pengembangan karier mahasiswa. PPSDM Itera berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang relevan dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di Itera. (Rilis/Humas)

Itera Selenggarakan Pelatihan Duta Paten 2025 untuk Cetak Inovator Muda di Tingkat Prodi

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Pusat Kelola Karya Intelektual (PKKI) Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) kembali memperkuat komitmen sebagai Kampus Inovasi dengan menyelenggarakan Pelatihan Duta Paten Itera 2025 pada 8–9 Desember 2025 di Aula C Itera.

Kepala LPMPP Itera, Dr. Handoyo, M.T., membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya penguatan budaya kekayaan intelektual di lingkungan kampus. “Kami berharap Pelatihan Duta Paten Itera 2025 dapat melahirkan perwakilan inventor di setiap prodi yang memahami kaidah penulisan paten dengan baik. Dengan demikian, invensi yang dihasilkan tidak hanya memberikan dampak dan manfaat nyata, tetapi juga memiliki perlindungan hukum yang kuat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.”

Kegiatan pelatihan yang mengusung tema “Wujudkan Inovasi Berdampak” ini menjadi langkah strategis Itera dalam mencetak inovator muda berdaya saing dan memperluas peran Duta Paten di tingkat program studi.

Kami berharap Pelatihan Duta Paten Itera 2025 dapat melahirkan perwakilan inventor di setiap prodi yang memahami kaidah penulisan paten dengan baik.

Pelatihan menghadirkan tiga Pemeriksa Paten Madya dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), yakni M. Adril Husni, S.T., M.M. (bidang elektro, IoT, dan teknologi sejenis), Rifto A.I., S.T., M.H. (mekanik dan rekayasa terkait), serta Stefano T.A., S.T.P., M.H. (MIPA, pangan, dan teknologi terkait). Ketiga narasumber memberikan materi komprehensif mengenai teknik penyusunan dokumen paten, strategi perumusan klaim, hingga pemahaman tahapan pemeriksaan paten dari perspektif praktisi profesional.

Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan kesempatan konsultasi personal sesuai bidang keilmuan masing-masing. Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih aplikatif terkait potensi invensi, standar klaim, serta aspek kebaruan yang menentukan keberhasilan pendaftaran paten. (Rilis/Humas)

Rapat Tinjauan Manajemen LPMPP Itera Tegaskan Penguatan Budaya Mutu dan Integrasi AI

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2025 pada 3–4 Desember 2024. Melalui kegiatan tersebut Itera menegaskan komitmen penguatan budaya mutu serta mendorong transformasi digital melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola institusi.

Rektor Itera, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Pugeg Aryantha, menegaskan bahwa Itera harus bergerak cepat menuju institusi modern dan berdaya saing tinggi. “Integrasi teknologi AI akan menjadi katalisator peningkatan mutu akademik, efisiensi tata kelola, dan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya saat menyampaikan arah kebijakan strategis pada hari kedua RTM.

RTM 2025 digelar sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), yang diterapkan di seluruh unit kerja hingga tingkat institusi. Forum ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh atas hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025 serta pembahasan tindak lanjut peningkatan mutu.

Integrasi teknologi AI akan menjadi katalisator peningkatan mutu akademik, efisiensi tata kelola, dan kualitas layanan pendidikan.

Kepala LPMPP Dr. Handoyo, S.Si., M.T., saat pembukaan kegiatan  menegaskan pentingnya evaluasi mutu tingkat unit sebagai dasar peningkatan kualitas internal Itera. Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PPM), Dr. Hendry Wijayanti, S.Si., M.Sc., kemudian memaparkan siklus PPEPP Itera Tahun 2025 serta hasil AMI tingkat unit yang mencakup capaian, temuan, dan rekomendasi. Diskusi dipandu Sekretaris LPMPP, Sahid, M.Sc., untuk memastikan setiap unit memahami langkah tindak lanjut secara tepat.

Pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama Tim Audit Mutu Internal yang menyoroti upaya peningkatan layanan, proses akademik, serta tata kelola unit kerja. Hasil evaluasi hari pertama menjadi dasar pembahasan penguatan mutu di tingkat institusi pada hari berikutnya. Kegiatan RTM ditutup dengan arahan pimpinan mengenai komitmen memperkuat budaya mutu dan mempercepat transformasi digital sebagai langkah strategis Itera dalam mewujudkan visi dan misi institusi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. (Rilis/Humas)