Itera Gelar Workshop Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi BAN-PT

Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menyelenggarakan Workshop Sosialisasi Instrumen Baru Akreditasi BAN-PT, Senin, 22 September 2025, di Aula Gedung Teaching Center (TC) Lt. 3.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T. (Guru Besar Institut Teknologi Bandung) yang menyampaikan materi terkait kebijakan dan penerapan instrumen baru BAN-PT dalam mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi. Workshop dipandu oleh Muhammad Rifqi Dwi Septian, S.Tr.T., M.T., dosen Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Itera.

Acara diawali dengan laporan Kepala LPMPP Itera, Dr. Handoyo, S.Si., M.T., kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T.

Dalam pemaparannya, Prof. Tjokorde menekankan bahwa budaya mutu dalam pendidikan tinggi harus berakar pada empat aspek utama, yaitu budaya (culture), relevansi (relevance), akuntabilitas (accountability), dan misi (mission). Keempat aspek ini menjadi landasan penting dalam menjaga kualitas sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Workshop ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara peserta dan narasumber, yang memberikan ruang pertukaran gagasan serta pemahaman lebih dalam mengenai implementasi instrumen akreditasi terbaru.

Melalui kegiatan ini, Itera meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi serta memperkuat akreditasi menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.

Itera dan RS Airan Raya Gelar Seminar Kesehatan Mental, Lantik 70 Pengurus Kelas TPB

LPMPP NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bekerja sama dengan Rumah Sakit Airan Raya menggelar seminar edukasi bertajuk “Kesehatan Mental Sebagai Kunci Keberhasilan Belajar”, sekaligus melantik 70 pengurus kelas Tahap Persiapan Bersama (TPB) angkatan 2025, di Aula GKU 1 Itera, pada tanggak 11 September 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan mahasiswa serta masyarakat dalam menjaga kesehatan jiwa. Seminar menghadirkan narasumber Ns. Dwiyantoro, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J., seorang pakar keperawatan jiwa yang berpengalaman dalam praktik klinis maupun pendidikan kesehatan mental. Dalam paparannya, Dwiyantoro menegaskan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, terutama bagi generasi muda yang sedang menghadapi tantangan akademik, sosial, dan personal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Pusat Implementasi Inovasi, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Itera, Dr. Handoyo, S.Si., M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas layanan kesehatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Menjaga kesehatan mental bukan hanya soal menghindari gangguan jiwa, tetapi juga bagaimana kita mampu mengelola stres, membangun hubungan yang sehat, dan mengembangkan potensi diri secara optimal,” ujar Ns. Dwiyantoro.

Kegiatan diikuti lebih dari 200 peserta dengan antusiasme tinggi. Selain sesi pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta simulasi sederhana mengenai teknik relaksasi untuk mengatasi stres sehari-hari. Kolaborasi antara Itera dan Rumah Sakit Airan Raya ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental di Lampung dan sekitarnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan masyarakat semakin terbuka terhadap isu kesehatan mental, serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan maupun penanganan awal secara tepat.

Dalam rangkaian kegiatan ini, turut dilantik 70 pengurus kelas TPB angkatan 2025 yang terdiri dari ketua kelas, wakil ketua, dan sekretaris. Pengelola kelas TPB memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa tahun pertama, antara lain meningkatkan komunikasi antara mahasiswa dan dosen, mengorganisir kegiatan akademik maupun sosial, membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif, mendorong integrasi sosial, menyalurkan aspirasi mahasiswa, membantu penyelesaian masalah, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kampus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terbuka terhadap isu kesehatan mental, serta pengelola kelas TPB mampu menciptakan pengalaman akademik yang positif bagi mahasiswa baru, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sejak tahun pertama perkuliahan di Itera.